Tips Menghindari dan Mengatasi Kaki Kram pada Saat Lari

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi dan analisa saya sendiri, di mana saya bukan ahli olah raga atau pun kesehatan, tetapi setidaknya saya mencoba memahami bahasa tubuh sendiri.

Beberapa hal yang menyebabkan kaki kita mudah mengalami kram:
1. kurang tidur atau istirahat, biasanya dalam beberapa hari terakhir kita begadang
2. setidaknya sehari sebelumnya (24 jam terakhir), kita kurang mengkonsumsi cukup air putih, contohnya: lari setelah berbuka puasa
3. jarang atau nyaris tidak pernah berolahraga
4. baru saja sembuh atau pulih dari sakit
5. kita memaksakan diri pada saat lari, contoh: menambah kecepatan dgn drastis (emosional) padahal otot sudah mulai kelelahan, atau langsung berlari kencang tanpa peregangan yg cukup.

Berdasarkan 5 hal yang paling sering menyebabkan kram di atas, bisa diambil tindakan untuk menghindari kram pada saat lari.
1. pastikan cukup istirahat atau tidur di hari sebelum berlari, terutama jika kita ingin melakukan lari jarak yang relatif jauh
2. mengkonsumsi air yang banyak, minimal kebutuhan sehari-hari tubuh sekitar 1-2 liter per hari. Jika perlu tambahkan konsumsi air minumnya, kalau memang akan melakukan lari jarak jauh. Pengalaman saya berlari setelah berbuka puasa adalah dengan banyak minum air putih, setidaknya 4 gelas yang cukup besar dan memberi jarak 30-60 menit sebelum lari, dan melakukan buang air kecil terlebih dahulu tepat sebelum lari.
3. rajin berolah raga akan menyebabkan peredaran darah lebih baik, dgn demikian resiko gampang terkena kram akan semakin kecil, dan otot pun kuat terlatih.
4. apabila baru sembuh atau pulih dari sakit, jangan terlalu memaksakan diri dalam lari, apabila dalam keadaan sehat mampu berlari dengan kecepatan 6 menit per km, maka sebaiknya dikurangi menjadi 7 menit per km atau lebih.
5. semakin lama atau semakin jauh kita berlari, maka tubuh akan semakin banyak kehilangan cairan, otot semakin lelah. Apabila Anda sedang mengikuti event race jarak jauh (>7km) dan benar-benar kompetitif terhadap prestasi waktu yang akan diperoleh, sebaiknya Anda mempersiapkan strategi dalam mengatur energi dan pace.
Dengarkan tubuh Anda pada saat berlari.
Jangan memaksakan kerja otot berlebihan.
Jika ingin meningkatkan kecepatan, lakukan dengan bertahap. Jangan lakukan secara drastis.
6. Lakukan peregangan yang cukup, sebelum dan sesudah lari.

Nah berikut adalah tips saya apabila mengalami kram pada saat lari
1. segara sadari jika gejala akan kram menyerang, biasanya dimulai dengan kontraksi pada pangkal kaki (paha atau betis)… jangan pernah memaksakan diri atau cuek thd tanda2 awal
2. segera kurangi kecepatan, lakukan dengan perlahan dan bertahap, karena berlari dengan kecepatan “aman” akan memijat otot dengan sendirinya
3. jangan berhenti berlari jika masih dalam tahap gejala awal, karena ini akan membuat otot semakin berkontraksi
4. atur nafas agar lebih tenang dan teratur, irama kaki mengikuti nafas
5. buat kedua kaki rileks, dalam keadaan tetap berlari kaki dibuat rileks, bayangkan hal-hal yang menyenangkan, buat langkah anda menjadi ringan dan rileks, seakan-akan sedang lari santai, menapak dengan santai bukan menghentak atau bertenaga.
6. buat pikiran rilleks juga, agar dapat membantu nafas dan otot-otot menjadi rileks lebih cepat
Apabila terlambat mengenali gejala kram dan kaki mengalami kontraksi yang cukup hebat, berikut adalah tindakannya
1. usahakan agar tetap dapat bergerak, jalan kaki pelan, yang penting usahakan pikiran rileks dan nafas dengan rileks dan teratur
Lakukan gerakan jalan dan adaptasikan gerakan, hingga kontraksi mereda dan akhirnya hilang
Apabila sudah mereda, maka tingkatkan kecepatan secara perlahan dan jangan ditambah lagi apabila mulai muncul kontraksi lagi.
2. apabila memang sudah sulit untuk berjalan, maka duduklah dengan kaki lurus, dan berusaha untuk mengayunkan telapak kaki dan lutut…  seperti beberapa ilustrasi berikut:
Screen Shot 2014-11-06 at 6.37.42 AM Screen Shot 2014-11-06 at 6.37.49 AM Screen Shot 2014-11-06 at 6.45.06 AM Screen Shot 2014-11-06 at 6.45.53 AM Screen Shot 2014-11-06 at 6.46.00 AM Screen Shot 2014-11-06 at 6.46.12 AM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tindakan lain adalah:
1. Semprotkan Yunan Bao Aerosol (YB Aerosol) pada area yang kram (Penyembuhan) atau Gosokkan Salep untuk Pereda Nyeri Otot.
Untuk hal ini, saya tidak menyarankan penggunaan Counterpain, karena menurut saya tidak terlalu efektif kasiatnya pada saat lari.
2. Konsumsi Salt Stick atau Garam, sebelum lari, pd km ke-10, 20 dst. (Pencegahan)

Disclaimer:
Jika ada kesalahan saran atau tips, mohon dimaafkan karena saya bukan ahli olahraga atau kesehatan. Saya hanya berbagi informasi dan pengalaman saya pribadi saja. Mudah-mudahan saja bisa cocok.

Lari, Trend Life Style yang Konsumtif?

Saat ini lari lagi menjadi trend lifestyle banyak orang… saking nge-trend nya, ada sebagian orang yg mulai berkomentar ttg trend ini.

Salah satu komentar yang ingin saya soroti adalah komentar berikut: lari seharusnya olah raga paling murah meriah, tetapi sekarang menjadi olah raga yang mahal, yang dikomersialisasikan.

Orang-orang yang mengikuti life style ini dinyatakan konsumtif, segala sesuatu yang menunjang kegiatan lari haruslah berteknologi dan berkualitas, dari kaos dan celana PlayDry, Dri-Fit atau Techfit, compression 2XU, armband, topi, visor, spibelt, hydrobag, jam GPS, hingga gelang olahraga, dst.

Dan komentar lain yang kurang lebih serupa adalah: lari bagi orang-orang sekarang bukanlah masalah berapa jaraknya atau berapa cepatnya, tapi yang penting eksis di Social Media, bisa foto-foto, capture hasil lari dari aplikasi, lalu upload dan update status di Social Media.

Di mana katanya, dulu orang lari ya cuman pakai sepatu asal nyaman, dan pakai kaos + celana olah raga biasa saja, gak perlu yang mahal-mahal.

Yups… itu betul. Memang lari adalah olah raga yang paling murah meriah, dan masih demikian.

Menurut saya, tidak ada salah nya dengan konsumtif dan eksis di social media, selama hal itu menjadi motivasi untuk hidup sehat, dan olah raga lah yang menjadi tujuan utamanya.

Di jaman yang super sibuk dan canggih ini, kebanyakan dari kita tersita waktunya dengan kesibukan kerja, keluarga, maupun bersenang-senang, sehingga tidak memberikan kesempatan untuk berolahraga atau terlalu lelah untuk berolahraga, yang sebenarnya justru olah raga akan memberikan tenaga ekstra untuk menunjang aktivitas kita sehari-hari, badan menjadi lebih segar, stamina meningkat, tidur lebih berkualitas, jam biologis lebih teratur dan pikiran pun lebih segar.

Lari adalah alternatif olah raga yang paling praktis, di mana dapat dilakukan di mana saja, tidak perlu waktu yang banyak, tidak memerlukan persiapan yang repot dan lama, dan dengan peralatan yang relatif sangat minim dibandingkan olah raga yang lain. Namun manfaat yang diperoleh, bisa langsung dirasakan pada tubuh kita, asalkan dilakukan dengan benar, dan dapat dinikmati setiap aktivitasnya.

Untuk mendapatkan manfaat dari lari, tidak perlu Anda harus lari cepat atau harus bisa lari sekian kilometer yang jauh, tetapi yang penting adalah Anda bisa menikmati kegiatan lari tersebut, berlari dengan benar sehingga tidak menimbulkan cidera, dan lari memberikan Anda “kesenangan”. Selama Anda melakukannya dengan baik dan benar, maka kebutuhan untuk ingin lari lagi akan muncul dengan sendirinya dari tubuh Anda. Anda akan merasa bersalah, jika hari ini tidak menyempatkan diri untuk berlari, dan Anda akan merasakan sendiri kepuasannya apabila dapat menyempatkan diri untuk berlari dan bisa menikmatinya.

Untuk seseorang yang tidak terbiasa berolahraga, seperti saya ini, yang baru saja memulai aktivitas lari ini dari sekitar bulan April 2013, peningkatan prestasi diri dalam hal lari merupakan motivasi terbesar nomer dua, selain manfaat tubuh yang lebih sehat.

Dari yang tidak bisa lari 1km non-stop, menjadi 3km non-stop, lalu 5km non-stop, 10km, dan akhirnya 21km nonstop, adalah sebuah prestasi diri yang tidak pernah saya bayangkan selama 35 tahun. Saya tidak pernah menyangka saya mampu melakukannya, dan semua ini hasil dari rutin berlari selama 1 tahun terakhir ini.

Dari pertama lari dgn pace 13′, menjadi 10-11′, lalu 8′, 7′, hingga 5′ adalah hal lain yang cukup membanggakan bagi diri saya sendiri, di mana saya belajar lari dari istri saya, dia sudah memulai lari lebih dulu, mungkin dari jaman sekolah juga rajin olah raga, dan dia sudah mengikuti event lari 10km beberapa kali, pace dia pun sbnr nya sudah 7-8′, namun sekarang saya bisa melampaui pace dia.

Hal-hal seperti ini adalah motivasi-motivasi yang membuat saya semakin rajin lari, semangat kompetisi pun secara tidak disadari muncul dengan sendirinya. Nah di sini lah letak peranan dari Social Media. Di mana kita bisa melihat progress diri kita, dan teman-teman kita di Social Media, dan saling membandingkan. Akan muncul dengan sendirinya keinginan untuk dapat mengimbangi orang lain, atau bahkan melebihinya.

Agar bisa menikmati kegiatan lari, maka kita harus bisa nyaman dalam melakukannya. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap perlengkapan lari pun muncul dengan sendirinya, seperti sepatu, kaos dan celana lari yang ringan dan nyaman, lalu alat untuk mencegah cidera seperti compression, topi supaya tidak kepanasan, dan gadget untuk mengukur prestasi lari lebih akurat.

Memang benar, untuk sehat sebenarnya tidak perlu itu semua, dan tidak ada kewajiban harus memiliki semua barang-barang mahal itu, tetapi kalau memang Anda mampu membelinya dari uang “jajan” Anda, dan hal itu dapat meningkatkan motivasi bahkan prestasi Anda, Apa Salahnya?

Apalagi jika barang-barang tersebut dibeli setelah Anda melakukan sebuah prestasi yang cukup membanggakan, seperti Anda membeli kaos lari 2XU sbg hadiah dari prestasi lari Full Marathon 42KM untuk pertama kalinya.

Yang penting, janganlah membeli hal-hal yang tidak perlu, seperti membeli sepatu baru, di saat sepatu yang lama masih baik-baik saja, dan sepatu yang baru berfungsi dan berkarakter sama dengan sepatu yang lama, membeli gadget lari baru yang sebenarnya fungsinya tidak jauh berbeda dengan gadget yang lama.

Berbijaksanalah dalam berbelanja! Namun kembali lagi, kalau Anda punya uang yang berlebih, ya itu hak Anda untuk membelanjakannya…

Saya lebih mendukung orang2 yang eksis di Social Media dan konsumtif untuk lari asalkan rajin lari, dibandingkan orang yang tidak mau meluangkan waktu untuk berolahraga.

Mari berolahraga! Mari Hidup Sehat!
Luangkan waktumu 30menit s/d 1jam, minimal 2x dalam seminggu!

Samsung Galaxy Gear Fit – Layak dibeli apa gak? + Sedikit Review Polar Loop

Gear Fit
Gear Fit

Pada awalnya saya agak kurang suka dengan Gear Fit ini…

1. karena harga jual pertama kali nya cukup tinggi, 2 juta lebih. Relatif mahal utk kategori smartwatch atau fitness band/activity tracker.
2. saya pernah lihat ibu-ibu muda menggunakannya di lift, dan kesan yg sy dapet adalah ini emang gadget cocoknya buat ibu2, bukan sebagai “barang berteknologi”, tapi melainkan aksesoris fashion
3. hanya bisa dikonek dengan henpon Samsung saja
4. pertama kali coba di Samsung Senayan City, kurang sreg ama Strap nya… krn mengacu pada Nike+ Sportband yg strap nya serupa tp berasa jauh lebih mantab yg Nike.

Saya sempat bertahan lama dengan bbrp alasan ini, untuk tidak melirik atau berniat membelinya. Tetapi apa daya, setelah dipinjami seseorang untuk waktu yg terbatas… akhirnya opini saya pun perlahan berubah… 😀

Koq bisa berubah?

Setelah mencobanya beberapa lama, saya menemukan fitur-fitur yang terdapat pada Gear Fit ini cukup pas dan relatif lengkap, dipakainya pun gak terlalu merepotkan.

Sebelumnya, saya memiliki Activity Tracker yang bernama Polar Loop.

Polar Loop
Polar Loop

Activity Tracker yang cukup bagus, yang dapat mengukur berapa banyak langkah kita hari ini, bisa mendeteksi secara otomatis aktivitas kita saat tiduran/berebahan, berdiri, duduk, tidur dan lari tanpa harus menyentuh si Loop ini. Meskipun demikian, pengalaman saya, beberapa kali Loop ini melakukan kesalahan atau akurasinya kacau, yang paling sering adalah dia gagal mendeteksi aktivitas lari, padahal buat saya ini mayan penting. Tetapi secara konversi langkah berjalan dan lari menjadi jarak, Polar Loop ini relatif mendekati angka sesungguhnya jika dibandingan dengan perhitungan GPS. Kelemahan dari Polar Loop yang sy rasakan cukup mengecewakan adalah:
1. Display yang hanya tampil sangat singat, setelah menekan tombol.
2. Navigasi yang sekuensial untuk menuju data tertentu, kurang efisien. Contoh: apabila saya ingin melihat berapa kalori yang sudah terbakar, maka saya harus menekan tombol beberapa kali utk melewati bbrp tampilan terlebih dahulu. Tidak adanya kemungkinan untuk meng-customize tampilan, setidaknya urutan, lebih baik lagi jika bisa membuang/menghilangkan bbrp tampilan seperti pada Nike+ SportWatch.
3. Baterai yang kurang bisa bertahan lama, maksimal 2 hari jika dipakai terus menerus.
4. Sensor HRM yang terpisah, harus menggunakan Chest Strap HRM
5. Kabel Data yang khusus

Bagaimana pun juga, Polar Loop ini termasuk produk yang bagus dalam kategori Activity Tracker, secara fisik, produk ini sangat bagus, bahannya kuat, tahan air dan benturan, bahkan saya sudah pernah coba bawa berendam di kolam renang selama 1 jam (maaf ya, sy gak bisa berenang soalnya). Dan jauh lebih baik, jika dibandingkan dgn aplikasi Activity Tracker yang dipasang di Handphone 🙂

Nah, berangkat dari pengalaman saya dengan Polar Loop ini, saya menemukan Gear Fit mampu menggantikan fungsi si Polar Loop ini secara umum, bahkan memberikan fitur tambahan.

1. Activity Tracker
Meskipun Gear Fit hanya mampu berfungsi sebagai Pedometer, alias hanya mengukur langkah yang kita lakukan dalam sehari-hari, namun menurut saya inilah fungsi paling esensi dari semua Activity Tracker.
Gear Fit juga memberikan fitur pengukuran untuk Berjalan, Lari, Sepeda, Hiking, bahkan Tidur, namun fitur tambahan ini tidak mendeteksi secara otomatis, melainkan harus secara manual kita jalankan. Dan menurut saya ini tidak terlalu masalah, karena aktivitas yang paling penting untuk saya adalah lari, dan saya sudah terbiasa untuk mengatur secara manual dgn Handphone atau Nike+ SportWatch. Salah satu kelebihan Gear Fit ini dibanding dengan Polar Loop adalah, Gear Fit ini memang “tidak se-sensitif” Polar Loop dalam mendeteksi gerakan. Maksud saya, pada Polar Loop, saya terkadang iseng menggerakan tangan saya seakan2 melakukan gerakan lari, dan memang Polar Loop mendeteksinya sebagai penambahan langkah, sedangkan pada Gear Fit, gerakan seperti ini tidak semudah itu terdeteksi. Tetapi memang ada beberapa gerakan yang cukup bertenaga yang tetap dianggap sebagai langkah oleh Gear Fit.
Kelebihan Gear Fit yang paling saya suka dibanding Polar Loop adalah dia menampilkan penambahan Langkah lebih realtime dibandingkan Polar Loop, Polar Loop menampilkan penambahan langkah yang delay beberapa puluh detik, dan penambahannya pun tidak per langkah, melainkan akumulasi dari jumlah langkah yg terdeteksi dari yg terakhir ditampilkan, yg menurut saya agak ngeselin.

Data yg dihasilkan: Steps per Day – Target Steps per Day (biasanya 10rb) – Alert jika sudah 50% dari Target, dan Alert jika sudah 100% mencapai target + Kalori.

2. Sport Tracker

Sport Track
Sport Track

Ada 4 aktivitas olahraga yang dapat diukur secara manual oleh Gear Fit: Jalan, Lari, Sepeda, Hiking.
Jalan dan Lari menggunakan Sensor Pedometer, sedangkan Sepeda dan Hiking menggunakan Fasilitas GPS dari Handphone Samsung yang terhubung.

Dalam hal ini saya hanya akan membahas fitur Larinya saja, karena saya menggunakan untuk lari saja. Sangat disayangkan bahwa Gear Fit ini tidak menggunakan fasilitas GPS dari handphone untuk fungsi lari ini, mungkin bisa ditambahkan di firmware terbarunya nanti. Kenapa? Karena menurut saya, konversi langkah thd jarak pada fitur lari ini kurang dapat digunakan, selalu cenderung jarak yang dikonversikan lebih banyak 1.25x hingga 1.5x dari jarak seharusnya, yang seharusnya hal ini bisa dikalibrasi secara manual atau bisa memanfaatkan GPS untuk validasinya. Meskipun demikian, saya tidak terlalu mempermasalahkan pengukuran jaraknya, saya sangat terbantu dengan Gear Fit ini dengan adanya fitur pengukuran denyut nadi/jantung, dikarenakan ada sensor Heart Rate pada Gear Fit yang bisa mengukur denyut jantung dari tangan kita.

Ada pula fitur Coach, yang memberikan panduan pada saat berlari, apakah kita harus meningkatkan intensitas lari atau justru harus menurunkannya, berdasarkan denyut jantung. Ini salah satu kelebihan dibanding Polar Loop, yaitu HRM menjadi satu dengan gelang, sehingga tidak perlu Chest Strap untuk HRM.

Data yg dihasilkan: Jarak tempuh, Max+Avg Pace/Speed, Max+Avg Heart Rate + Kalori

3. Heart Rate Monitor
Gear Fit dapat mengukur denyut nadi/jantung tanpa menggunakan alat tambahan seperti Heart Rate Monitor Strap yang biasa dipasang di dada.
Heart Rate Monitor ini salah satu alat yg penting bagi rekan-rekan yang sedang berolahraga, untuk mengetahui apakah kondisi jantung dalam kondisi baik atau tidak, dan dari alat ini rekan-rekan bisa tahu kapan harus beristirahat atau mungkin harus meningkatkan intensitas olahraganya agar lebih efektif.

HRM Gear Fit
HRM Gear Fit

Fungsi ini sifatnya terdapat pada on Exercise, mengukur sepanjang aktivitas olah raga dan jg on Demand, jadi hanya mengukur di saat kita membutuhkannya saja.

4. Sleep Tracker

Sleep Track
Sleep Track

Gear Fit juga memiliki fungsi menganalisa secara sederhana aktifitas kita saat tidur, data yang bisa kita peroleh dari analisa Gear Fit adalah brp % atau jam dari waktu selama kita tidur itu benar2 tidur pulas. Untuk mengukur Sleep ini, kita harus melakukan pindah mode ke Sleep secara manual.

5. Notification
Gear Fit dapat menampilkan notifikasi yang diterima pada handphone Samsung, ke pergelangan Anda. Sebagian besar notifikasi yang dikirim dapat dibaca langsung di Gear Fit.

Incoming Call
Incoming Call
GMail Notif
GMail Notif
Whatsapp
Whatsapp

6. Timer + Stop Watch

7. Find my Phone
Buat yang suka lupa di mana naroh handphonenya, bisa dicall dari Gear Fit.

8. Aplikasi Kecil Tambahan
Gear Fit juga bisa diinstall aplikasi2 kecil yang sebenarnya cmn sekedar remote ke handphone, karena processing nya tetap di handphone, contoh: Calculator.
Ato Gear Fit berfungsi sebagai mini remote viewer dari aplikasi utama yang ada di handphone.

Berapa lama kah Battery Gear Fit dapat bertahan?
Sangat tergantung dari:
1. Seberapa aktif Anda bergerak dalam sehari
2. Berapa lama aktivitas olahraga Anda yang diukur oleh Gear Fit
3. Seberapa aktif notifikasi yang dikirim dari Handphone ke Gear Fit

Berdasarkan pengalaman saya, dengan kebiasaan jalan saya sekitar 5000 langkah per hari, lari 2 hari sekali sekitar 5km, dgn notifikasi 4 acc email + Whatsapp + Telegram + Path, bbrp kali menghitung heart rate, Gear Fit bisa bertahan hingga 48 jam.

Gear Fit harus dengan Handphone Samsung?
Nah pertanyaan besar berikutnya adalah: Apakah Gear Fit harus dipasangkan dengan handphone Samsung? Kalau Handphone lainnya gimana? Atau kalau gak dipasangkan dengan handphone bagaimana?

1. Gear Fit dapat berfungsi sebagai Stand Alone device, tanpa harus dipasangkan dengan Handphone apa pun.
Fitur yg tetap dapat digunakan adalah: Hampir semua bisa.
Fitur yg tidak dapat berfungsi adalah: Sync Data Fitness/Kesehatan ke Handphone, Cycling, Hiking, dan tidak dapat menerima Notifikasi.

2. Gear Fit dapat dipasangkan dengan handphone Android non Samsung.
Syaratnya adalah Android tersebut harus sudah Kitkat. Dan aplikasi Samsung Gear Fit Manager harus diinstall secara manual, File apk nya bisa dicari di internet, banyak yg sudah menyediakannya koq.
Fitur yang dapat digunakan: Hampir semua bisa, termasuk Nofitikasi.
Fitur yang tidak dapat berfungsi: Sync Data Fitness ke Handphone, Penggunaan GPS pada Cycling dan Hiking, Endomondo utk GearFit

Sayangnya Gear Fit belum bisa dipasangkan dengan iPhone 🙂

Nah Rangkuman dari Pengalaman saya dengan Gear Fit ini adalah: Gear Fit adalah Gelang Kesehatan yang cukup praktis dan berguna, 1 alat yang bisa menggantikan beberapa gadget kesehatan lainnya, seperti:
1. Sportwatch (utk lari)  – meskipun tidak bisa dibandingkan secara akurasi data, tetapi sy msh bisa lari cukup dgn menggunakan Gear Fit ini, sedangkan jarak akuratnya saya bisa menggunakan Google Maps.
2. Activity Tracker – biarpun saya tidak bisa mendapatkan informasi detail, brp prosentasi saya duduk, berdiri, tidur, jalan dan berlari, menurut saya informasi yg paling penting adalah udah brp banyak sih saya melangkah hari ini? Karena sebenarnya ini fungsi utama dari activity tracker.
3. HRM – ini benar2 kunci utamanya, karena biasanya utk mengukur heart rate, saya harus menggunakan Chest Strap yang mirip memakai BH/Bra, yg menurut sy tidak praktis. Selain itu, HRM Strap menggunakan konektivitas Bluetooth atau ANT+ ke Handphone atau ke Activity Tracker / Sportwatch, yang sbnr nya akan mempercepat battery dari gadget utk habis (bukan HRM nya). HRM di Gear Fit bisa dipakai kapan saja, sedang naik tangga, jalan2 di mal, duduk, tiduran, kapan pun kita mau.
4. Smartwatch – kita tidak perlu lagi punya Smart watch sendiri kalau sudah ada Gear Fit, dan menurut saya informasi dari notifikasi Gearfit ini cukup pas dan getaran notifikasinya sangat terasa.

Gear Fit
Gear Fit – Harga 1-2jt

=

Polar Loop
Polar Loop – Harga 1.5jt+

+

Cookoo Watch
Cookoo Watch – Harga 900rb+

+

Nike SportBand
Nike SportBand – Harga 300rb+

+

HRM
HRM – Harga 300rb+

 

 

 

 

 

 

 

 

Strap nya pun biarpun rasanya seperti kurang meyakinkan, tidak semantab Nike Sportband, tapi selama 2 bulan ini sy belum pernah mengalami tali strap terlepas karena tersangkut atau lepas sendiri.

Layar Display yg lebar dan tajam menurut saya keunggulan utama Gear Fit dibanding Activity Tracker, Sportwatch bahkan Smartwatch lainnya. Warna dan Font nya pun sangat menarik.

LG Smartband
LG Smartband
SpeedUp
SpeedUp
Martians
Martians

 

 

Fitbit Force
Fitbit Force
Polar Loop + Fitbit Force
Polar Loop + Fitbit Force
Polar Loop
Polar Loop

 

 

Gear Fit
Gear Fit
Vivofit
Vivofit
Pebble
Pebble

Skrg saya sehari2 hanya menggunakan Gear Fit, terkadang lari pun hanya menggunakan Gear Fit saja, memang saya masih menggunakan Nike+ SportWatch dikarenakan saya membutuhkan akurasi datanya, akurasi dari Nike+ ini lebih tinggi dibandingkan dari aplikasi lari dari Handphone.

Jadi… dengan harga 1 koma sekian juta… dengan fungsi sekian banyak… dengan kepraktisan yang diberikan… saya sangat merekomendasikan Samsung Gear Fit utk teman-teman yang mau mencoba hidup sehat dengan gaya bergadget 😉

Sekali lagi, review ini dibuat bukan karena  ada sponsor dari Samsung atau lainnya, murni dari pendapat saya stl menggunakannya hampir 2 bulan ini.

Semoga bermanfaat!

LG G2 mini vs Moto G

LG G2 Mini
LG G2 Mini
Moto G
Moto G

G2 Mini: http://www.gsmarena.com/lg_g2_mini-6077.php

Moto G: http://www.gsmarena.com/motorola_moto_g-5831.php

1. Spek Proc, RAM, Internal Storage sama: Snapdragon 400 Quadcore 1.2 Ghz RAM 1GB int storage 8GB.

2. Kamera secara spek sih menang LG G2 mini 8mpix vs Moto G 5mpix…
Hasil jepretan kamera nya hampir sama, tp sedikit lebih bagus LG G2 mini kl objek ga bergerak ato kamera ga goyang. Aplikasi kamera G2 mini agak lemot, beda sama Moto G yg responsif dan hasilnya msh bagus.
Kamera depan sama2 1.3Mpix tp menurut sy lebih tajam dan enteng (di aplikasi Camera) di Moto G.
Secara umum, sy lebih pilih foto pake moto G.

3. Secara dimensi fisik hampir sama, biarpun layar Moto G 4.5″ dan G2 mini 4.7″
Utk penampilan… G2 mini lebih terlihat mahal, sedangkan Moto G hampir mirip hape AndroMAX
Tapi untuk digenggam, sy lebih suka Moto G, karena battery cover yg terbuat dari bahan yg tidak licin, berbeda dg G2 mini yg licin shg sering terlepas dr tangan.
Berat pun gak terlalu jauh berbeda, ketebalan pun hampir sama.
G2 Mini: 129.6 x 66 x 9.8 mm – 121g
Moto G: 129.9 x 65.9 x 11.6 mm – 143g

4. Battery Moto G 2070 mAh vs G2 mini 2440 mAh, tp dgn firmware bawaan tanpa diutak-atik, Moto G lebih awet dibanding G2 mini.
Tapi kl G2 mini sudah diroot dan dituning, sy berhasil membuat G2 mini bertahan sekitar 20 jam dgn pemakaian normal sehari2. Sedangkan utk pemakaian yg agak jarang, bisa lebih dr 24 jam.
Utk Moto G belum sempat dituning banyak, krn tanpa tuning pun battery msh cukup memuaskan.
Charging time Moto G lebih cepat dibanding G2 mini, bisa dilihat dr grafik Battery Usage di Settings.

5. LG G2 Mini bisa dipake sebagai Remote IR utk TV dan DVD Player, biarpun terbatas untuk merk2 terkenal saja dan harus dalam jarak dekat untuk pengoperasiannya, sekitar < 0.5m. Sedangkan di Moto G, gak ada fitur ini.

6. GPS Sensor LG G2 Mini kurang sensitif, susah (lama) untuk Locking dan kalaupun sudah Locking, gampang banget terlepasnya. Berbeda dengan Moto G yang sangat cepat Lockingnya.
Soal GPS ini, sudah dibenchmark dgn Samsung Grand 2 Duos, Lenovo K900, dan Lenovo S820, Samsung Ace 3… LG G2 mini paling lama di antara semua, dan Moto G yang paling cepat di antara semua.

7. Letak Tombol Volume + Power pada G2 mini adalah di bagian belakang henpon, sedangkan Moto G berada di samping kanan, secara pemakaian sehari2 tombol di belakang ini sering tertekan secara tidak sengaja di saat berada di dalam kantong celana atau sedang mengetik (untuk menahan). Untuk hal ini saya lebih suka Moto G.

8. Moto G lebih bisa dioprek dibandingkan G2 Mini, dikarenakan secara resmi Motorola memberikan kode untuk mengunlock Bootloadernya, yang memungkinkan utk diinstall Custom Firmware, termasuk nge-root.
Sedangkan G2 Mini, setidaknya yang seri D618 (versi Indonesia), hingga saat ini belum Bootloadernya belum bisa diunlock baik secara resmi ataupun tidak.
Sejauh ini saya hanya mampu nge-root LG G2 mini, dan melakukan modifikasi yang tidak terlalu berarti thd firmware bawaan, seperti membuang aplikasi/services yang tidak terpakai. Dan belum ada custom ROM yg tersedia, dikarenakan masalah bootloader tadi.

Moto G pun biarpun banyak custom ROM nya, perlu diperhatikan bahwa ada banyak varian dari Moto G itu sendiri, antara lain XT1032, XT1033, dan XT1034. Yang saya tau kalau XT1032 itu single SIM, dan XT1033 itu Dual SIM, dan XT1034 itu adalah Moto G edisi Sept 2014. CMIIW.

9. Dan yang paling terpenting adalah harga Moto G 8GB di bawah 2jt, sedangkan LG G2 mini di atas 3jt (Harga garansi resmi).

10. Hasil Benchmark dengan menggunakan Antutu Benchmark, kedua handphone ini mendapatkan Score yang tidak terlalu jauh berbeda, bisa dikatakan SERI.
Tetapi secara pemakaian sehari-hari, saya lebih menyukai menggunakan Moto G karena terasa lebih responsif dan stabil keresponsifannya. Berbeda dengan G2 mini yang pada awalnya memang terasa lebih responsif dibandingkan Moto G, tetapi setelah diinstall aplikasi dan digunakan agak lama, semakin menurun reponsifnya.

11. Tampilan Android dari Moto G sangatlah standard Android Kitkat, tidak banyak yg di-customize, bisa dibilang tidak ada selain aplikasi tambahan dari Motorola. Sedangkan G2 mini membuat modifikasi, seperti pada Lockscreen, Launcher, Status Bar, Dialer, SMS, dll. Untuk tampilan ini, tergantung selera ya…

12. Knock Code, ini adalah fitur yang diunggulkan dari LG, kode unlock dengan menggunakan ketukan pada layar. Secara konsep sih sangat menarik, pd awal2nya saya juga menyukai fitur ini. Tapi setelah lama menggunakannya, saya memilih fitur Knock Code atau Knock u/ membangunkan/menidurkan si G2 ini untuk dimatikan saja, karena sering sekali secara tidak sengaja teraktifasi saat dikantongi di saku celana maupun saku baju.

13. LG G2 Mini tidak memiliki sensor cahaya, sehingga tidak memiliki fitur Auto Brightness, yang menurut saya ini kekurangan yg sangat berasa sekali, apalagi untuk handphone seharga 3jt an.

Moto G vs G2 Mini
Moto G vs G2 Mini

Kesimpulan akhirnya…

Berdasarkan kebutuhan dan pemakaian saya sehari-hari terhadap handphone, saya lebih menyukai Moto G.
Secara umum, spesifikasi Hardware dan fitur relatif sama, biarpun LG G2 mini lebih unggul di beberapa hal. Namun mempertimbangkan aspek performa harian dan harga yang cukup berbeda jauh, Moto G memang lebih baik dibanding LG G2 Mini.

Mungkin secara global pun, utk handphone dengan spek hardware yang hampir sama, Moto G termasuk yang paling unggul.
Tetapi Moto G punya saingan yang lebih unggul, yaitu Xiaomi Redmi 1S. Dengan harga yang hampir sama, dan spek yang relatif sama juga. Berdasarkan review dari beberapa rekan, pemenangnya Xiaomi Redmi 1s.

Review ini dibuat bukan untuk menjelek-jelekkan produk LG atau karena ada sponsor, tetapi tulisan ini adalah review/opini pribadi saya thd kedua handphone yg saya gunakan.

Mahal tidak jaminan lebih memuaskan 🙂

Lari dan Berat Badan – Part #2 *Mencoba Hidup Sehat*

Perjalanan Lari
Perjalanan Lari

Buat teman-teman yang ingin menurunkan berat badan alias kurus… Jangan diet yg ekstrim atau yg aneh-aneh ya… 🙂
Diet lah yang sewajarnya… yg menurut nalar dan akal sehat masih bisa diterima. Jangan cepat terpengaruh/terbujuk dengan hasil yang diperoleh orang lain, misal turun berat badan hingga 10 kg dalam waktu 1 minggu/bulan.

Kenapa? Penurunan yang drastis, pd umumnya diperoleh dengan melakukan diet yang ketat dan disiplin tinggi, terkadang memberi efek yg kurang baik thd metabolisme tubuh dikarenakan perubahan pola makan yang ekstrim… alias body kita kaget.

Dan… apabila kita sudah mencapai berat yg diinginkan, maka kita harus dapat mempertahankan diet tersebut seterusnya agar berat badan kita tidak kembali semula, dan apabila kita kendor dr diet yang ekstrim biasanya jauh lebih cepat kembali ke berat badan semula dibanding diet yg wajar.

Bukan kah lebih menyenangkan apabila kita mendapatkan berat badan yang ideal dan tidak terlalu susah mempertahankannya… alias cukup dgn menjaga makan agar tidak terlalu berlebihan dan berolahraga ringan dg rutin.

 

sebelum hidup sehat
sebelum hidup sehat

Foto di atas, adalah foto saya di saat belum memulai hidup sehat, mungkin berat saya kisaran 86 kg.

Perdana Lari
Perdana Lari

Nah kalo foto yang ini, adalah foto saya saat memulai lari sekitar bulan Sep 2013 alias 1 tahun yang lalu. Berat badan saya masih sekitar 76-78 kg.
Antara foto pertama dengan foto kedua, terjadi penurunan dari 86kg ke 78kg dikarenakan diet kolesterol, yang dibahas pada tulisan saya sebelumnya.

Dan berikut ini adalah foto saya terkini…

Run 4 Children 17k
Run 4 Children 17k

Foto ini diambil pada tanggal 17 Agustus 2014, saat ini berat badan saya kisaran 66-67 kg dan bertahan… Berat badan ini sesuai dengan kriteria Berat Badan Ideal untuk Pria berumur 36 thn dgn tinggi badan 170 cm (BMI = 23,2). Selain berat badan saya ideal, saya cukup puas dengan bentuk tubuh saya skrg ini yg cukup pas, biarpun perut msh bleber dikit :p

Rahasianya???

Saya sekarang rajin lari… dan saya berusaha makan secara sehat. Makan sehat apakah diet? Tidak. Saya tidak diet apa pun lagi, bahkan diet kolesterol pun sudah tidak lagi. Saya hanya berusaha makan secara sehat, seperti apakah itu?

Pola Makan yang Sehat

1. Berusaha menyeimbangkan apa yang dimakan… ada Sayur, Protein, Karbo, Buah, Air

2. Boleh makan yang tidak sehat seperti Junk Food atau Kolesterol tinggi, TAPI dijaga porsinya… dan frekuensinya…
Tidak terlalu banyak mengkonsumsi dalam sekali makan, dan tidak mengkonsumsi dalam waktu singkat secara terus menerus.
Berikan waktu untuk tubuh agar dapat memproses dan membuang “sampah” dari makanan tidak sehat tsb.Contoh: Saya kadang memberi 1 hari dalam 1 minggu untuk sedikit melonggarkan makan apa saja dengan porsi agak plus plus, seperti hari Sabtu/Minggu.

Tetapi harus diingat, sekali saja kita menambah porsi makan kita misal 1.5x dari biasanya, maka hampir bisa dipastikan saat makan berikutnya ada keinginan yg kuat untuk ingin memakan dgn jumlah porsi yg sama dengan terakhir. Nah di sini letaknya harus disiplin dengan diri sendiri agar bisa menahan diri, dan mengembalikan porsi makan yang wajar.

3. Jangan mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis secara berlebihan
Kalau kita terbiasa minum kopi atau teh, usahakan cukup dengan 2-3 sendok gula saja dalam 1 hari.
Kalau kita terbiasa ngemil snack, maka kurangi konsumsi yang manis seperti coklat2an menjadi 1 batang dalam 2 hari.

Jangan biasakan minum yang manis dalam keadaan dingin, karena akan dikonsumsi dengan cepat dan ada kecenderungan untuk nagih, atau minta lagi.
Lebih baik dalam kondisi hangat cenderung panas. Dan sebaiknya segera dinetralkan dengan air putih dengan jumlah yang sama.

4. Makan pada waktunya… Usahakan makan tepat waktu… Makan di saat Lapar dan berhenti makan sebelum kekenyangan.
Usahakan selalu makan 3x dalam sehari, dan makan malam sebisa mungkin paling terlambat adalah jam 7 malam.

5. Konsumsi air putih secukupnya. Sebisa mungkin 2 liter dalam sehari. Nah kadang pasti lupa kan ato susah ngitung nya?
Gampang saja… Coba rasakan ludah di bibir… Apabila terlalu kental dan lengket, itu menandakan kita kurang minum.

Selain pola makan yang sehat, jangan lupa juga imbangi dengan pola hidup yang sehat…

Pola Hidup yang Sehat

1. Imbangi dengan olah raga yang cukup. Tidak perlu olah raga berat, yang penting rutin dan cukup menyegarkan.
Contoh: lari jogging 15-30 menit.
Untuk lari saya agendakan minimal 2x dalam seminggu dengan durasi masing2 min 30 menit.
Apabila teman-teman masih belum kuat untuk lari, bisa dicoba jalan kaki saja, dan sebisa mungkin dalam 1 hari mencapai 10.000 langkah idealnya.
Nah untuk menghitung langkah ini, kita bisa memanfaatkan handphone android atau iphone, dengan menginstall aplikasi seperti Moves (bisa di android dan iphone) atau Argus (iphone only).
Saya sendiri secara rata2 melangkah sekitar 4000-5000 langkah sehari kalau sedang tidak lari.
Sedangkan lari sendiri, 5km itu baru sekitar 6000 langkah, dan 7-8km baru bisa mencapai 10.000 langkah.

2. Tidur yang teratur
Usahakan dan hindari untuk begadang!!! Ini sangat berpengaruh sekali dalam metabolisme tubuh. Akan sangat terasa sekali kalau teman-teman mulai rajin berolahraga.
Minimalis kan efek dari begadang ini dengan banyak minum air putih, konsumsi buah-buahan, hindari kopi dulu, cobalah balas tidur sebisanya… misal tidur 30mnt cukup asal berkualitas. Jangan lsg berolahraga berat setelah begadang.
Hindari konsumsi minuman berenergi juga ya saat begadang.

Tidurlah dengan pola yang teratur, tidak harus minimal 8 jam. Tidur 5  jam asal berkualitas juga cukup, jam mulai tidur dan jam bangun diusahakan sama, tidak terlalu banyak perubahan tiap harinya.

Pola tidur saya saat ini biasanya mulai tidur jam 22.00-23.00 dan mulai terbangun jam 04.00-04.30. Di hari libur seperti Sabtu, biasanya saya menambah dengan tidur siang dan biasanya saya tidur lagi menjelang siang setelah lari pagi.

My Family Aug 2014
My Family Aug 2014

Saya lakukan hal2 ini dalam waktu sekitar 1 tahun terakhir ini, berat badan saya turun seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Saat ini berat badan saya stabil di 66-67 kg. Paling rendah sih 63 kg, stl lari jarak jauh seperti 21km / half marathon, dan itu pun belum makan biasanya 😀

Pola Makan Saya

1. Sarapan secukupnya sblm jam 7 pagi, nasi 1 piring + lauk.
2. Makan siang bawa bekal dari rumah sekitar jam 11-14, tetapi kadang jajan juga di kantin.
Kadang kalau udah kelaperan sblm jam makan siang, saya suka beli roti 1 atau 2. Nah kl udah makan roti gini, biasanya bekal makan siangnya berubah jadi makan sore, dan makan malem pun gak lagi.
3. Makan malam jam 7-8 malam, ya kadang emang sampe rumah baru jam 9 malem sih… makan secukupnya aja, karena biasanya makan malem itu gak terlalu laper dan gak butuh banyak untuk menghilangkan lapr.4. Minum air minimal 8 gelas sehari, en gelas saya lumayan gede lho :p

Pola Olah Raga Saya

1. Lari rutin pagi sebelum/setelah sholat Subuh antara 3-5km setiap 2-3 hari sekali.
Kalau tidak sempat lari pagi, saya lari di GBK stl pulang kantor, nah kalau di GBK kadang bisa 5-10km sekali lari.
2. Lari agak jauh, sekitar 10-15km di wiken, biasanya hari Minggu di CFD.
3. Di hari-hari lain, saya kadang mengisi waktu untuk olah raga kecil, seperti melakukan push-up 10x dan melakukan Plank 1-2 menit.

Nah ada sesuatu yang menjadi kebiasaan saya di luar kegiatan rutin di atas, yaitu saya selalu mencoba ‘membayar’ kelebihan makan/minum dengan olah raga lebih ekstra…

Contohnya: saya makan malam Steak lumayan banyak seperti 400gram di salah satu hari kerja… hehehe… nah saya usahakan besok hari nya saya lari 3-5km, atau di wikennya harus lari min 10km. Untuk membakar semua kalori yg tersimpan dari Steak tadi :p
Ato misalnya saya mengkonsumsi minuman Starbucks lebih dari 1x dalam 1-2 hari, saya juga berusaha membayarnya dengan lari 3-5km besok harinya.
Dan berusaha utk tidak mengkonsumsinya lagi pada hari berikutnya.

Jadi tidak ada pantangan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman enak… tetapi harus dijaga frekuensinya… dan imbangi dengan berolahraga.

Ada beberapa teman saya yang mencoba menyeimbangkan makanan/minuman dgn olah raga, menggunakan aplikasi MyFitnessPal, yang secara singkatnya adalah menghitung Kalori yang Masuk (intake) dari Makanan dan Minuman VS Kalori yang Terbakar (outake) dari Aktivitas kita dalam 1 hari.

Nah berhubung saya malas mengisi/mengupdate setiap melakukan aktivitas, maka saya tidak termasuk sebagai pengguna aplikasi tersebut :p Cukup dengan mendengarkan apa yang dirasakan oleh badan kita saja.

Efek Hidup Sehat

1. Jarang sakit
Kalau cuman masuk angin, flu, nggreges… buat lari santai, biasanya malah sembuh ato badan jd lebih enak.
2. Kalau pun sakit, lebih cepat sembuhnya.
3. Secara hasil lab tes darah, sejak mulai rajin lari, hasil tes darah untuk: kolesterol, gula darah, asam urat… semuanya dalam angka normal, bukan dalam batas normal ya, tapi di angka normal.
4. Migren krn stl konsumsi makanan berkolesterol tinggi? Dibuat lari 10km, lsg sembuh lho…
5. Badan lebih segar
6. Tidur lebih berkualitas
7. Stamina lebih kuat, termasuk di atas kasur lho
8. Jarang kesemutan lagi
9. Hampir gak pernah kram lagi dalam 1 tahun terakhir… Pernah sih nyaris kram pas lagi lari 21k, itu juga karena hari sebelumnya kurang minum. Tapi itu pun gak sampe kram koq, cmn mulai ketarik aja otot kaki kiri.
10. Bentuk badan sehat dan tampak lebih atletis… bukan sekedar kurus saja.

Semoga bermanfaat…
Mungkin tulisan saya berikutnya membahas, bagaimana memulai lari dan meningkatkan kemampuan lari… berdasarkan pengalaman saya.

Lari dan Berat Badan – Part #1 *Diet Kolesterol*

Foto 2008-2014
Foto 2008-2014

Foto ini disusun oleh istriku tercinta dalam rangka mengenang perjalanan berat dan bentuk badan kami berdua dari sejak Laras masih kecil (sekitar 1 tahun) hingga sekarang Laras berumur hampir 7 tahun. Perubahan paling signifikan adalah antara tahun 2013 hingga 2014, di mana pada 1 tahun terakhir inilah kami melakukan 1 hal baru yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Berapa berat saya terbesar yang pernah saya alami? 88kg, itu sekitar tahun 2006-2008.

Sekitar tahun 2008 akhir, saya sempat mempunyai keluhan pada badan saya, antara lain adalah:
1. sering sakit kepala migren
2. otot leher kenceng
3. pundak terasa pegal seperti salah tidur
Kebanyakan gejala seperti masuk angin… tetapi biasanya terasa hingga berhari-hari.

Hingga pada akhirnya saya sudah tidak tahan dengan keluhan tersebut, saya datang ke dokter umum utk mengkonsultasikan keluhan sy ini. Dokter tsb menyarankan saya untuk melakukan tes darah terutama kolesterol. Hasil dari tes darah ternyata cukup mengejutkan karena kolesterol total saya mencapai angka 300, artinya sangat tinggi sekali. Dokter kemudian menyarankan saya untuk diet kolesterol, yaitu menghindari makanan-makanan yang berkolesterol tinggi, seperti:
1. gorengan / makanan berminyak
2. kuning telur, terutama telur puyuh – dan makanan2 yang dibuat dari kuning telur, seperti kue, biskuit, tart.
3. jeroan
4. kulit ayam
5. lemak sapi/kambing
6. seafood seperti cumi, udang
7. santan (nasi uduk, opor, cendol, dkk)
8. es krim & whipcream
9. susu
10. sebisa mungkin kurangi konsumsi makanan dan minuman yg manis, ato mengurangi konsumsi gula.

Apakah susah untuk makan yang tidak berkolesterol? Tidak koq…

Kita masih bisa makan makanan yang dibakar, direbus, dikukus. Kalau makan ayam, usaha’in makan bagian dada, bagian kulit dan jeroannya dioper ke orang lain dulu aja.

Usahakan makan yang dimasak sendiri, bukan masakan yang beli di luar rumah. Kalau pengen goreng makanan pun bisa disiasati dengan menggorengnya dengan wajan teflon atau seperti Happy Call dan menggunakan minyak zaitun / jagung itu pun cukup sedikit saja minyaknya sudah cukup koq.

Nah kalo lagi ketemu lauk telur2an? Ambil saja putihnya, dan sisihkan kuningnya 😀

Paling susah kalo lagi acara Lebaran deh, karena semua masakannya berkolesterol :p Tapi kita tetep bisa menikmatinya koq, kan masih ada ayam dr opor, bisa dipilih yg dada dan gunakan kuah secukupnya saja.

O ya selain diet dengan menghindari makanan berkolesterol, saya juga…
1. minum rebusan air daun salam
2. minum air tebu murni
3. minum jus alpukat tanpa tambahan susu/gula/sirup
4. jalan kaki, seperti sengaja parkir mobil agak jauh dari kantor

Walhasil, dalam 1.5 bulan sejak awal diet, saya kembali tes darah dan hasilnya kolesterol total saya turun menjadi 150. Lumayan kan??? Nah berat badan pun berangsur turun, karena saya tetap mempertahankan diet kolesterol ini hingga sekarang, meskipun skrg sudah sangat longgar 🙂
Sekitar tahun 2010, berat badan saya sudah turun menjadi kisaran 75-78kg berkat diet kolesterol ini, dan ini masih tanpa olahraga.

Diet kolesterol sangat longgar itu seperti apa yg saya jalanin skrg?

Makan apa saja bisa, tapi kalau habis makan yang berkolesterol tinggi sebaiknya diimbangi dengan olah raga segera (1-2 hari setelahnya).

Tidak makan makanan berkolesterol tinggi secara beruntun, misal makan pagi, siang, malem terus-terusan makan berkolesterol tinggi. Menurut saya, sebaiknya diberi jeda yang cukup, nah brp lama tergantung kondisi masing2, kalau saya pribadi biasanya hanya 1-2x dalam seminggu saja.

Beli minum di Starbucks atau sejenisnya? Yang jelas tanpa Whip cream, dan sebisa mungkin memilih susu Low Fat ato susu Soya. Kalau kayak di Chatime, sy minta Less Sugar ato No Sugar.

Makan Jeroan? Ya ambil 1-2 potong saja lah :p
Makan Ayam? Paha ok2 aja… Leher yg sesekali aja
Makan kuning telur ayam? Ayuk aja… asal rajin olah raga :p
Makan telur puyuh? Hemmm… 1-2 butir aja kali ya… itu pun jarang2 banget

Porsi makan? Saya gak makan dikit, tapi saya juga gak makan sebanyak dulu yang bisa 1.5 piring setiap kali makan, bahkan kadang nambah. Saya sekarang makan 1 piring nasi saja tapi tidak menggunung, alias rata dengan piring.

Sekalinya kita makan nasi lebih banyak dari biasanya, maka selanjutnya perut kita akan menuntut jumlah/porsi nasi yang sama dengan sebelumnya. Percaya deh…. *buat yg gembul* :p

Ok… nanti dilanjutin lagi tentang penurunan berat badan part

Sekali-sekali Curhat di Blog

Abis baca timeline temen di fb yg abis liat anak SD jatuh di PP dr lt 6 ke lt 4.. Dia menyalahkan guru2 nya knp ga naek lift aja sih…

Stl gw baca berita di detik, si anak emang naek ke karet pegangan eskalator depan kidzania.. Dan jatuh.

Kl gw melihat kejadian ini… Tidak akan menyalahkan guru, atau si anak jg… Yg gw tunjuk orang tuanya.

Selama ini pasti si anak dibiarin aja naek karet eskalator ato manjat2 pegangan tangga kl jalan2 ama mereka ato mungkin emang ga pernah diedukasi soal bahaya nya melakukan tindakan2 spt itu…

Anak pasti seneng eksplore hal baru, yg menantang, menyenangkan, ato membanggakan diri sendiri… Tapi selama ini ada bimbingan orang tua ga?

Kecuali si anak ada kelebihan hormon adrenalin ato hyperaktif… Koq ya orang tua nya ga mendampingi?

Pengaruh tv, teman sekolah, dan lingkungan? Orang tua nya pernah memberikan modal yg kuat kah utk si anak supaya bisa memilah… Apakah tontonan tv dibiarkan tanpa kontrol?
Seringkah si anak diajak ngobrol utk cerita ttg aktivitas nya tadi seharian?

Tuning MacOS X Mavericks – Problem kl Uptime sekitar > 35 hari, gak bisa konek jaringan lagi

Penyakit baru dari OS X 10.9 (Mavericks) kalo dibiarin online lebih dari 20 hari, dalam kasus saya sekitar 35 hari uptime.

Yaitu:
Tidak bisa melakukan koneksi jaringan baru. Seakan2 tidak ada koneksi internet.
Untuk koneksi jaringan yang sudah terhubung sebelumnya tidak masalah, selama tidak terputus. 

Apabila dicoba melakukan koneksi dari Terminal, seperti berikut contohnya:

Setelah melakukan Googling, akhirnya menemukan solusi yang cukup tepat, walaupun hanya memperpanjang jangka waktu sebelum terjadi kembali hal yang sama, yaitu menurunkan 2 parameter berikut:

net.inet.ip.portrange.first
net.inet.ip.portrange.hifirst

yang nilai awalnya: 32768 -> Saya sarankan untuk diturunkan menjadi 12768.Caranya:

/usr/sbin/sysctl -w net.inet.ip.portrange.first=12768
/usr/sbin/sysctl -w net.inet.ip.portrange.hifirst=12768

 Command di atas bisa saja ditambahkan di /etc/rc.common, supaya selalu diload setiap kali restart.

Kalibrasi Home Button iPhone/iPad yang tiba-tiba tidak Berfungsi

Pernah ngalamin tombol Home iPhone/iPad yang tiba-tiba tidak berfungsi?

Ada kemungkinan hal ini bukan disebabkan oleh kerusakan hardware, bisa disembuhkan dengan cara dikalibrasi ulang seperti berikut:

1. Buka Aplikasi Notes

2. Tekan tombol Power hingga muncul tulisan “Slide to Power Off”
*sekitar 4 detik*

3. Lalu lepas tombol Power

4. Tekan tombol Home hingga hilang tulisan “Slide to Power Off” tadi dan kembali ke tampilan aplikasi Notes lagi
*sekitar 7-10 detik*

Seharusnya skrg tombol Home sudah pulih kembali.

Kalo belum juga, coba lagi 2-3 kali… Masih gak bisa juga? Kayaknya beneran rusak karena Hardware kl gitu…

Mengakali Akses CCTV / Server di balik koneksi Bolt4G atau koneksi 3G lainnya

Background masalah: – Saya perlu akses server yang ada di rumah saya

1. waktu pake Firstmedia, koneksi dibalik Firstmedia bisa diakses dgn mudah karena setiap client/rumah memiliki IP Publik yang bisa diakses semua orang secara langsung – masalahnya hanya beberapa port ditutup oleh Firstmedia, seperti port 80, 22, 25 – hal ini bisa diakali dengan fitur Port Forwarding dari WiFi Router

2. Bolt4G adalah koneksi 4G LTE, seperti koneksi GPRS/EDGE/3G/3.5G pada umumnya, koneksi seperti ini tidak akan mendapatkan IP Publik per device.

3. Gateway Bolt4G tidak mengijinkan koneksi VPN dengan metode PPTP, yang merupakan VPN termudah utk disetting dan clientnya pun paling kecil, cukup menggunakan dd-wrt / openwrt based Router sudah bisa.
VPN berbasiskan L2TP dan IPsec bisa lewat, tapi utk hal ini perlu device laen selain (such as Laptop) sekedar WiFi Router.

Setelah beberapa hari berkutat dengan Modem ZTE MF90 Bolt4G + TP-Link WR741ND, akhirnya saya menemukan solusi yang cukup jitu, tetapi mungkin tidak semua orang bisa memanfaatkannya, karena diperlukan sebuah server “beneran”, dalam kasus saya ini saya punya 2 Server VPS hehehehe dan ada server kantor juga 😀 yang memiliki IP Publik dan bisa membuka port yg relatif bebas.

Solusi yang saya temukan kurang lebih berikut:

1. Flash ulang TP-Link WR741ND dengan menggunakan firmware OpenWRT, menggunakan dd-wrt pun sbnrnya bisa.

2. Konfigurasi Interface LAN TP-Link menjadi IP 192.168.2.1 atau IP lain asalkan bukan 192.168.1.x (sblmnya 192.168.1.1)
Karena 192.168.1.x adalah IP yang nanti digunakan sbg koneksi client ke Bolt4G

3. Konfigurasi TP-Link dengan 1 WiFi interface sebagai Access Point – settingan biasa saja.
Konfigurasi TP-Link dengan 1 WiFi interface virtual sebagai Client yang konek ke MiFinya MF90 Bolt4G.
Konfigurasi ke bagian Network – LAN – buatlah bridge antara LAN eth1 dgn WLAN WiFi Client barusan td.

4. Pastikan koneksi WiFi dari Laptop melalui  Access Point TP-Link sudah mampu menembus internet dengan baik. Contoh ping ke 8.8.8.8 lalu browse google.com

5. Install dropboxkey di OpenWRT, lalu buatlah key utk koneksi SSH dgn cara berikut:
-> dropbearkey -t rsa -f ~/.ssh/id_rsa

Kemudian dibuatkan id_rsa.pub nya dgn cara berikut
->  dropbearkey -y -f ~/.ssh/id_rsa | grep “^ssh-rsa ” >> ~/.ssh/id_rsa.pub

File id_rsa.pub ini sudah bisa dicopas ke authorized_keys di server yang akan diakses nantinya.

Tujuan dari tahap ini adalah agar kita bisa membuat SSH Tunnel dengan otomatis saat TPLink harus direstart atau koneksi terputus.

6. Lalu kemudian dibuatlah SSH Tunnel dari OpenWRT ke Server VPS dgn cara berikut:

ssh root@[namaSERVERvps] -f -i ~/.ssh/id_rsa -R 8080:localhost:80 -N

yang artinya: saya akan membuat tunnel melalui server VPS dengan membuka Port 8080 di localhostnya Server VPS yang nantinya akan konek ke port 80 dari localhostnya si OpenWRT ini.

ssh root@[namaSERVERvps] -f -i ~/.ssh/id_rsa -R 8081:192.168.1.1:80 -N

yang artinya: saya akan membuat tunnel melalui server VPS dengan membuka Port 8080 di localhostnya Server VPS yang nantinya akan konek ke port 80 dari 192.168.1.1 (alias Webnya Modem Bolt4G)

Command ini bisa dimasukkan ke bagian StartUp / Scheduled Task di OpenWRT, supaya setiap restart akan kembali aktif dan selalu rekonek setiap bbrp saat.

7. Berikutnya adalah meredirect koneksi dari Internet ke localhostnya si Server VPS, untuk ini saya menggunakan aplikasi PEN.

Cukup dengan baris yang sederhana: pen [IP_Publik_Server]:[PORT_LISTEN] localhost:8081

Contoh: pen 202.155.0.10:88 localhost:8081
artinya saya bisa akses Modem Bolt4G yang ada di rumah dari mana saja, dengan akses http://202.155.0.10:88/

Sekian tutorial singkat dari saya … mudah2an bermanfaat 😀